Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Karakteristik Pemilih Tana Toraja, Berdasarkan Analisa Bapilkada DPD PSI Tana Toraja

Selasa, 17 November 2020 | November 17, 2020 WIB Last Updated 2020-11-25T02:24:53Z

KARAKTERISTIK PEMILIH TANA TORAJA, BERDASARKAN ANALISA BAPILKADA DPD PSI TANA TORAJA

Kecenderungan typical dan karakteristik pemilih Tana Toraja adalah typical absolute atau tidak mudah berubah pikiran atau tidak mudah mengalihkan pilihan atau disebut Strong Voters, militansi pemilih ini dapat di analisa dari dua kali PILKADA langsung yg diselenggarakan di Tana Toraja yakni 2010 dan 2015.


Analisa yang dilakukan adalah melakukan kombinasi dua kali PILKADA yakni pada 2010 yang di ikuti oleh enam pasang calon, namun kita reduksi hanya pada pasangan yang akan berkompetisi dalam PILKADA 2020 ini, Pasangan VDB-ROSI dengan perolehan suara 21,58% kemudian Pasangan NICO-KENDEK dengan perolehan suara 20,73% lalu THEO-ADELHEID dengan perolehan 32,69%. Dan 25% terbagi pada ketiga pasangan calon yang tidak akan diulas disini.


Pada PILKADA 2015 yang diikuti oleh pasangan NICO-VDB dengan perolehan suara 41,99% kemudian pasangan THEO-LINTIN dengan perolehan suara sebesar 32,97% lalu ZADRAK-JEAN dengan perolehan suara 25,04%. Jika melihat mutasi suara dari dua kali PILKADA ini maka karakteristik pemilih militan (Strong Voters) sangat menonjol dengan rumusan pada PILKADA 2015 sebagai berikut:

NICO 20,73% + VDB 21,58% = 42,31% pergeseran suara dari dua kekuatan yang bersatu tidak terlihat secara signifikan dengan reduksi hanya 0,32%. Kemudian THEO-LINTIN terlihat pergerakan suara meningkat hanya 0,28% menunjukkan tingkat militansi pemilih masih sangat kuat.


Lalu bagaimana dengan PILKADA 2020 yang sedang berlangsung sekarang ini? Dalam PILKADA 2020 ini diikuti oleh tiga pasangan calon yakni THEO-ZADRAK, NICO-VICTOR dan ALBERT-JHON. Jika kembali menggunakan analisa awal dengan indikator bahwa karakteristik pemilih Tana Toraja adalah pemilih militan maka dapat dilakukan simulasi sebagai berikut:

THEO 32,97% + ZADRAK 25,04% = 58,01%

NIVI = 41,99%

ALJHON = ?


Mindset harus dibangun bahwa pendatang baru bukan berarti tidak akan mendapatkan suara, untuk melakukan simulasi dengan indikator pergerseran pemilih yang bermigrasi ke pendatang baru masing-masing pasangan tereduksi sebesar 15% maka simulasinya sebagai berikut:

THEZA 58,01% - 15% = 43,01%

NIVI 41,99% - 15% = 26,99%

ALJHON 15% + 15% = 30,00%


_Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah DPD PSI Tana Toraja_

*Bro Ron Parassa*

A731820190376035

×
Berita Terbaru Update