Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Salah Jalan, Jalan Kehidupan Hanya Pada Tuhan Yesus

Senin, 16 November 2020 | November 16, 2020 WIB Last Updated 2020-11-15T16:16:52Z

Jangan Sesat, Jalan Kehidupan Hanya Pada Tuhan Yesus  (Yohanes 14:6)  Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Jangan Salah Jalan, Jalan Kehidupan Hanya Pada Tuhan Yesus

(Mazmur 86:11)

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu;


(Amsal 3:6)

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 


Ketika berpergian ke suatu tempat, yang pertama-tama kita perhatikan adalah jalan atau arah ke mana kaki kita harus melangkah. Tanpa adanya jalan, kita tidak tahu hendak kemana, jikalau salah atau keliru melangkahkan kaki akan tersesat dan berakibat sangat fatal: 


jalan yang mengantarkan kita kepada tujuan, sebaliknya kita malah akan tersesat.


(Amsal 14:12)

Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya malah menuju maut.


Jadi untuk mencapai suatu tujuan kita memerlukan jalan yang benar, selain itu kita juga membutuhkan panduan atau arahan agar kita tidak salah langkah.


Adapun jalan kehidupan yang benar itu adalah Tuhan Yesus


(Yohanes 14:6)

 Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Langkah utama yang harus kita lakukan adalah percaya kepada Tuhan, dan mempercayakan hidup ini kepada-Nya.


(Amsal 3:5)

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.


karena apa yang kita percayai akan menentukan bagaimana seluruh hidup kita. 


Banyak orang lebih percaya dan mempercayakan hidupnya kepada kekayaan dan cenderung mengandalkan kekuatannya sendiri. Mereka berpikir bahwa kekayaan adalah segala-galanya dalam hidup ini.


(Amsal 11:28)

Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh;


tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda. Kekayaan bisa lenyap dalam sekejap, 

karena tiba-tiba ia akan lenyap dalam sekelip mata.


(Amsal 23:5)

Kalau engkau mengamat-amatinya, 

lenyaplah ia, Karena tiba-tiba ia lenyap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.


seharusnya kita sadar, Siapakah kita ini? 

Manusia itu tidak lebih dari pada embusan nafas, yang bila waktunya tiba akan diambil dari raganya.


(Yesaya 2:22)

Jangan berharap pada manusia, 

Sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas,

dan sebagai apakah ia dapat dianggap?


Tetapi bila kita percaya kepada Tuhan Yesus, keberadaan kita akan seperti batu karang yang tidak mudah digoyahkan oleh gelombang dan badai kehidupan.


Mempercayakan hidup kepada Tuhan berarti tunduk sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Ini berbicara tentang ketaatan! 


takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan, Percayalah, bahwa apa pun yang Tuhan rancang bagi kita adalah untuk kebaikan kita dan pasti baik adanya.


×
Berita Terbaru Update
close