Notification

×

Iklan

Iklan

Mengenal Ma'toding Budaya Saweran Toraja dan Tujuannya

Senin, 03 Mei 2021 | Mei 03, 2021 WIB Last Updated 2021-05-03T17:52:38Z

Mengenal Ma'toding Budaya Saweran Toraja dan Tujuannya
Mengenal Ma'toding Budaya Saweran Toraja dan Tujuannya

Di Sulawesi Selatan tepatnya di Toraja ada sebuah tradisi setempat yang unik yaitu tradisi memberikan uang kepada penari yang disebut tradisi "Ma'toding".


Tradisi ma'toding ini mirip dengan budaya saweran/menyawer di Jawa, serupa tapi tidak sama karena tradisi ini berbeda dari daerah lain di Nusantara.


Ma'toding ini biasanya dilakukan oleh kerabat atau keluarga dari si penari seperti dalam acara syukuran rumah adat Tongkonan yang dikenal dengan istilah "Mangrara Banua". 


Ma'toding ini merupakan tradisi yang sudah diwariskan dari turun-temurun. Ma'toding dalam acara "Mangrara Banua" ini sedikit berbeda dengan ma'toding penari pa'gellu' di acara-acara biasa. Dimana ma'toding dalam acara mangrara banua uang todingannya lebih banyak, sementara ma'toding buat penari pa'gellu' uang dalam jumlah yang seiklasnya yang ma'toding dan uang itu menjadi milik penari pa'gellu'.


Tradisi ma'toding ini murni dari tradisi Toraja dalam ritual Rambu Tuka', salah satunya acara "MANGRARA BANUA TONGKONAN" (Syukuran\Pentahbisan rumah adat Toraja).


Tradisi ini masih tetap dilestarikan sampai saat ini, dan tradisi ini memang benar adanya bukan HOAX seperti yang diragukan oleh orang-orang yang tidak mengenal jelas adat dan budaya Toraja. 


Tujuan dari Ma'toding ini adalah bentuk"APRESIASI" keluarga maupun warga desa untuk ikut membantu keluarga yang mengadakan acara tersebut.


Biasanya keluarga akan ma'toding dalam jumlah ratusan hingga jutaan rupiah kepada para penari (anak2, Ibu2, maupun nenek2) keluarga dari yang mengadakan acara tersebut. 


Biasanya juga mereka ma'toding dengan melihat penarinya. Penari yang paling dekat dalam hubungan keluarga mereka, itulah yang mereka toding.


Hasil dari uang todingan tersebut akan diambil kembali oleh keluarga penari namun ada juga yang diberikan, lalu digunakan untuk membantu keluarga yang mengadakan acara syukuran tersebut, guna meringankan biaya acara selama ritual diadakan. Uang tersebut bisa digunakan untuk membayar harga hewan yang dikorbankan seperti puluhan hingga ratusanekor babi, belum lagi seperti Ayam, gula, kopi, dekorasi, dan lain-lainnya.


Tradisi ma'toding besar-besaran seperti ini memang sangat jarang ditemui, walaupun sampai saat ini kegiatan seperti ini masih ada. Dikarenakan jaman sudah modern, kebanyakan dari orang Toraja melaksanakan syukuran dengan kesederhanaan. 


Walapun tradisi ini terlihat berlebihan, namun beginilah budaya unik dari suku Toraja. Tradisi ma'toding ini sudah ada sejak masyarakat Toraja mulai mengenal mata uang. Biasanya jenis uang yang digunakan dari uang kertas bukan uang koin.


Ini adalah salah satu kekayaan budaya Toraja yang masih bertahan hingga kini. Terima kasih, Tabe'


×
Berita Terbaru Update
close